Hepnie Soroti Penyerapan Anggaran Pemkab Kutim Kurang Maksimal
Anggota
DPRD Kutai Timur Hepnie Armansyah
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI TIMUR-
Mengacu pada tahun 2022 yang meninggalkan sejumlah anggaran yang belum
terserap, Pemkab Kutim tampaknya kurang memiliki motivasi untuk mengubah
strategi penyerapan anggaran. Hal ini menjadi sorotan anggota DPRD Kutai Timur Hepnie Armansyah.
Ia mengkritik strategi penyerapan anggaran
Pemkab Kutim yang menurutnya masih belum maksimal. Menurutnya, menjelang akhir
semester pertama tahun ini, masih terdapat banyak anggaran yang masih mengendap
dalam APBD Kutim 2023.
"Hal-hal seperti ini sama dengan tahun
lalu, di mana pada pertengahan tahun tidak ada program kegiatan, dan nanti
semua dipadatkan dalam APBD Perubahan," ujarnya belum lama ini.
Dengan besarnya anggaran dalam APBD Kutim
2023, Hepnie memprediksi bahwa kejadian tahun sebelumnya akan terulang, di mana
banyak anggaran tidak dapat terserap dengan maksimal.
"Saya merasa pesimis bahwa anggaran akan
terserap dengan maksimal, terutama jika pembangunan proyek belum dimulai hingga
saat ini," ucapnya.
Ia menyoroti kurangnya perencanaan pemerintah
terkait waktu dan kendala dalam pengerjaan proyek. Pada tahun sebelumnya,
terjadi mandeknya pengerjaan proyek oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) akibat keterbatasan material.
Mengingat pengalaman tersebut, seharusnya
pemerintah lebih berupaya mempercepat pengerjaan proyek. Di wilayah Kalimantan
Timur, semua daerah mengalami peningkatan alokasi APBD, yang berarti
peningkatan pula dalam pengerjaan fisik.
"Dengan naiknya semua APBD, tentu saja
ada banyak anggaran yang dialokasikan untuk pengerjaan fisik. Namun, pemerintah
daerah tidak mempertimbangkan kelangkaan material di Kaltim," ungkap
Hepnie.
Pengerjaan proyek pembangunan seharusnya
sudah dimulai sejak bulan Februari atau Maret 2023 untuk menghindari
terulangnya kejadian di mana banyak anggaran yang tidak terserap dengan
maksimal.
Berkaca dari peristiwa tersebut, Hepnie
Armansyah juga menekankan perlunya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk
meningkatkan koordinasi antara berbagai instansi terkait dalam mengatasi
kendala-kendala yang mungkin muncul selama pengerjaan proyek. Hal ini
diharapkan dapat meminimalkan terjadinya keterlambatan dan penundaan dalam
penyerapan anggaran.
Selain itu, Hepnie juga mengingatkan bahwa
pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien sangat penting dalam mencapai
hasil yang maksimal. Pemkab Kutim perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
sistem dan mekanisme penyerapan anggaran yang ada. Upaya perbaikan perlu
dilakukan agar anggaran dapat terserap dengan tepat waktu dan dengan hasil yang
optimal.(ADV)